cocok kah anda dg si do'i

Jumat, 30 Oktober 2009

kurangi kebiasaan berlama-lama didepan komputer

                                                     wah kayanya mulai skarang mesti di kurangin nih mlototin kompi berjam-jam.

Penelitian selama 20 tahun di AS memperlihatkan bahwa pria yang lebih banyak duduk di depan komputer, kemungkinan berusia lebih pendek ketimbang yang hobi berolahra-ga. Riset dilakukan untuk mengamati gaya hidup dan pola olaharaga 17 ribu res-ponden yang terdiri dari alumnus University of Harvard. AS



Riset memperlihatkan betapa pentingnya olahraga dan olahraga dengan intensitas sedang, seperti joging sekitar 4 km sehari, tak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga menambah usia, wow.
Menurut mereka, pria yang rajin olahraga punya harapan hidup lebih tinggi dibanding pria yang gaya hidupnya banyak duduk di depan komputer. Olahraga rutin menghindari efek memperpendek usia gara-gara merokok dan kelebihan berat badan.
Pria penderita tekanan darah tinggi yang rajin olahraga memiliki tingkat kematian separuh dibanding mereka yang tidak olahraga. Pria yang berjalan kaki sekitar 15 kilometer seminggu atau lebih memiliki tingkat kematian 21 persen lebih rendah dibandingkan pria yang berjalan kaki hanya 4 kilometer seminggu atau kurang.
Olahraga teratur mencegah kecenderungan penyakit genetis yang menyebabkan kematian. Pria yang satu atau kedua orangtuanya meninggal sebelum usia 65 tahun, tingkat kematiannya berkurang sebanyak 25 persen berkat olahraga teratur. Pria yang sangat aktif, termasuk mereka yang senang olahraga, memiliki harapan hidup yang paling baik. Ini karena kematian gara-gara penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi lebih sedikit.
Riset terbaru di Selandia Baru juga menunjukkan efek buruk bagi karyawan yang lebih banyak berdiam di depam komputer. Riset tersebut menyebutkan karyawan kantor yang berjam-jam bekerja di belakang meja, lebih mudah mengalami gumpalan darah beku yang mematikan, dibanding penumpang pesawat terbang yang melakukan perjalanan jarak jauh.
Penelitian yang dilakukan Profesor Richard Beasley dari Lembaga Penelitian Medis di Wellington memperlihatkan sepertiga pasien rumah sakit yang mengalami deep vein thrombosis (DVT) adalah karyawan kantor yang menghabiskan waktu di depan komputer.
Gumpalan itu bisa pindah ke jantung, paru-paru atau otak yang menyebabkan rasa sakit dada, sesak nafas atau bahkan kematian akibat serangan jantung atau stroke. Kondisi itu biasa disebut sindrom kelas ekonomi karena penumpang pesawat terbang yang melakukan perjalanan jarak jauh namun tidak leluasa melemaskan anggota badannya merupakan mereka yang paling berisiko.
Pemakaian komputer secara berlebihan merupakan faktor dominan yang menyebabkan gejala tersebut, Dennerlein beserta timnya “mengukur” waktu penggunaan komputer pada mahasiswa yang belum lulus dengan menggunakan perangkat lunak untuk menentukan apakah penggunaankomputer sehari-hari berkaitan dengan gejala (keluhan) otot dan tulang yang dialami pada hari-hari tertentu.

Dalam studi yang dilakukan selama seminggu saat pergantian musim semi, 96 persen dari siswa melaporkan bahwa mereka mengalami masalah keluhan otot dan tulang, paling tidak sekali. Pada keluhan pertama biasanya mere-ka merasakan gejala sakit pada leher, sementara keluhan ke dua umumnya dirasakan para siswa pada punggung bagian atas dan bawah serta bahu.

Para peneliti menemukan bahwa siswa yang menghabiskan waktu di depankomputer lebih dari tiga jam setiap harinya, 50 persen di antara mereka sepertinya mempunyai keluhan pada gejala tersebut. Mereka yang paling banyak menggunakan komputer dalam keseharian mengalami gejala hampir dua kali lipat dibanding mereka yang lebih sedikit menggunakan komputer, walaupun hubungan secara statistik tidak terlalu signifikan.

Para peneliti menyimpulkan “Prevalensi gejala keluhan otot dan tulang yang terobservasi dan hubungan potensial antara penggunaan komputer dan gejalanya dirasa perlu diteliti lebih lanjut untuk mengurangi jumlah penderita.,” hal ini membutuhkan waktu yang lebih panjang dan studi yang lebih luas mengenai pemeriksaan sikap atau posisi tubuh terhadap komputer dan faktor lain yang mempengaruhi resiko keluhan pada otot dan tulang. (rtr/ The Epoch Times)
  
info dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar